Flag Counter

Selasa, 20 Mei 2014

PENYAKIT DIARE




Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman, virus, cacing atau keracunan makanan. Gejala diare adalah buang air besar berulang kali ( lebih dari 2x ) dengan banyak cairan kadang-kadang disertai mulas ( kejang-kejang perut ), kadang-kadang disertai darah atau lendir.

Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus, sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus. Rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
§  Infeksi oleh bakteri patogen, misalnya : bakteri collie
§  Infeksi oleh kuman thypus ( kadang-kadang ) dan kolera
§  Infeksi oleh virus, misalnya influenza perut dan “travelers diarre”
§  Akibat dari penyakit cacing ( cacing gelang, cacing pita )
§  Keracunan makanan atau minuman
§  Gangguan gizi
§  Pengaruh enzim tertentu
§  Pengaruh saraf ( terkejut, takut, dsb )
Diare juga merupakan salah satu gejala penyakit seperti kanker pada usus .

            Sebelum diberikan obat yang tepat maka pertolongan pertama pengobatan diare akut seperti pada gastro enteritis ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang berlebihan ( dehidrasi ) terutama pada pasien bayi dan usia lanjut, karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian.

            Gejala dehidrasi : haus, mulut dan bibir kering, kulit menjadi keriput (kehilangan turgor), berkurangnya air kemih, berat badan turun dan gelisah. Pencegahan dehidrasi dapat dilakukan dengan pemberian larutan oralit atau dengan memberikan larutan infus secara intravena.

            Setelah itu dapat diberikan obat-obatan lain lain yang dipilih berdasarkan jenis penyebab diare melalui pemeriksaan yang teliti. Obat-obat yang diberikan untuk mengobati diare ini dapat berupa :
1.      Kemoterapi
Untuk terapi kausal yaitu memusnahkan bakteri penyebab penyakit digunakan obat golongan sulfonamide atau antibiotika.
2.      Obstipansia
Untuk terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare, yaitu dengan cara :
§  Menekan peristaltic usus
§  Menciutkan selaput usus atau adstringen
§  Pemberian adsorben untuk menyerap racuun atau bakteri
§  Pemberian mucilage untuk melindungi selaput lender usus yang luka
3.      Spasmolitika
Zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot perut ( nyeri perut ) pada diare.


Obat yang dapat digunakan untuk pengobatan pada diare :
1.      Oralit, untuk pencegahan dehidrasi pada diare atau kolera dengan cara menggantikan cairan tubuh yang hilang.
2.      Attapulgit, untuk pengobatan diare yang bersifat menyerap racun.
3.      Loperamid HCL, untuk menghentikan diare.



Beberapa penyakit infeksi usus lain yang menyebabkan diare, antara lain :

1.      KOLERA
Penyakit infeksi usus yang disebabkan bakteri Vibrio cholerae asiatica atau Vibrio cholerae eltor. Gejala-gejala kolera adalah diare seperti air beras, muntah-muntah dan kejang-kejang, anuria ( terhentinya pengeluaran air seni ).
Pertolongan awalnya adalah dengan pemberian oralit atau teh susu untuk menghindari bahaya kekurangan elektrolit dan dehidrasi disusul dengan pemberian antibiotic (tetrasiklin, kloramfenikol ) sebagai terapi kausal.

2.      DISENTRI BASILER
Disebut juga shigellosis adalah penyakit infeksi usus yang diakibatkan oleh  beberapa jenis basil gram negative genus shigella.

Ciri-ciri penyakit :
~        Kejang dan nyeri perut
~        Mulas waktu buang air besar
~        Diare berlendir dan berdarah

Obat-obat yang biasa dipakai antara lain :
~        Golongan sulfonamida ( sulfadiazin dan derivatnya serta kotrimoksazol )
~        Golongan antibiotik ( ampisilin, tetrasiklin )

3.      THYPUS

Disebabkan oleh salmonella typhosa yang menyerang usus penderita dengan gejala demam tinggi secara berkala, nyeri kepala, lidah menjadi putih dan bila terjadi perforasi usus, terjadi diare berdarah.

Pengobatan thypus :
~        Chloramfenicol : merupakan obat pilihan (drug of choice). Efek samping : mengakibatkan anemia aplastis
~        Kotrimoksazol : merupakan obat pilihan lainnya pada pemakaian lama ( lebih dari 14 hari ) dapat menimbulkan gangguan darah
~        Antibiotik lain seperti ampisilin-amoksisilin dan tetrasiklin, baru digunakan bila terjadi resistensi terhadap chlorampenicol atau kotrimoksazol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar