Diare
adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman, virus, cacing atau
keracunan makanan. Gejala diare adalah buang air besar berulang kali ( lebih
dari 2x ) dengan banyak cairan kadang-kadang disertai mulas ( kejang-kejang
perut ), kadang-kadang disertai darah atau lendir.
Diare
terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus,
sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus. Rangsangan ini dapat
ditimbulkan oleh :
§ Infeksi oleh
bakteri patogen, misalnya : bakteri collie
§ Infeksi oleh
kuman thypus ( kadang-kadang ) dan kolera
§ Infeksi oleh
virus, misalnya influenza perut dan “travelers diarre”
§ Akibat dari
penyakit cacing ( cacing gelang, cacing pita )
§ Keracunan makanan
atau minuman
§ Gangguan gizi
§ Pengaruh enzim
tertentu
§ Pengaruh saraf (
terkejut, takut, dsb )
Diare juga
merupakan salah satu gejala penyakit seperti kanker pada usus .
Sebelum diberikan obat yang tepat
maka pertolongan pertama pengobatan diare akut seperti pada gastro enteritis
ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang
berlebihan ( dehidrasi ) terutama pada pasien bayi dan usia lanjut, karena
dehidrasi dapat mengakibatkan kematian.
Gejala dehidrasi : haus, mulut dan
bibir kering, kulit menjadi keriput (kehilangan turgor), berkurangnya air
kemih, berat badan turun dan gelisah. Pencegahan dehidrasi dapat dilakukan
dengan pemberian larutan oralit atau dengan memberikan larutan infus secara
intravena.
Setelah itu dapat diberikan
obat-obatan lain lain yang dipilih berdasarkan jenis penyebab diare melalui
pemeriksaan yang teliti. Obat-obat yang diberikan untuk mengobati diare ini
dapat berupa :
1.
Kemoterapi
Untuk
terapi kausal yaitu memusnahkan bakteri penyebab penyakit digunakan obat
golongan sulfonamide atau antibiotika.
2.
Obstipansia
Untuk
terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare, yaitu dengan cara :
§ Menekan
peristaltic usus
§ Menciutkan
selaput usus atau adstringen
§ Pemberian
adsorben untuk menyerap racuun atau bakteri
§ Pemberian
mucilage untuk melindungi selaput lender usus yang luka
3.
Spasmolitika
Zat
yang dapat melepaskan kejang-kejang otot perut ( nyeri perut ) pada diare.
Obat
yang dapat digunakan untuk pengobatan pada diare :
1.
Oralit, untuk
pencegahan dehidrasi pada diare atau kolera dengan cara menggantikan cairan
tubuh yang hilang.
2.
Attapulgit, untuk
pengobatan diare yang bersifat menyerap racun.
3.
Loperamid HCL, untuk
menghentikan diare.
Beberapa
penyakit infeksi usus lain yang menyebabkan diare, antara lain :
1.
KOLERA
Penyakit
infeksi usus yang disebabkan bakteri Vibrio
cholerae asiatica atau Vibrio
cholerae eltor. Gejala-gejala kolera adalah diare seperti air beras,
muntah-muntah dan kejang-kejang, anuria ( terhentinya pengeluaran air seni ).
Pertolongan
awalnya adalah dengan pemberian oralit atau teh susu untuk menghindari bahaya
kekurangan elektrolit dan dehidrasi disusul dengan pemberian antibiotic
(tetrasiklin, kloramfenikol ) sebagai terapi kausal.
2.
DISENTRI BASILER
Disebut juga shigellosis adalah penyakit infeksi
usus yang diakibatkan oleh beberapa
jenis basil gram negative genus shigella.
Ciri-ciri
penyakit :
~
Kejang
dan nyeri perut
~
Mulas
waktu buang air besar
~
Diare
berlendir dan berdarah
Obat-obat
yang biasa dipakai antara lain :
~
Golongan
sulfonamida ( sulfadiazin dan derivatnya serta kotrimoksazol )
~
Golongan
antibiotik ( ampisilin, tetrasiklin )
3.
THYPUS
Disebabkan
oleh salmonella typhosa yang
menyerang usus penderita dengan gejala demam tinggi secara berkala, nyeri
kepala, lidah menjadi putih dan bila terjadi perforasi usus, terjadi diare
berdarah.
Pengobatan
thypus :
~
Chloramfenicol
: merupakan obat pilihan (drug of choice). Efek samping : mengakibatkan anemia
aplastis
~
Kotrimoksazol
: merupakan obat pilihan lainnya pada pemakaian lama ( lebih dari 14 hari )
dapat menimbulkan gangguan darah
~
Antibiotik
lain seperti ampisilin-amoksisilin dan tetrasiklin, baru digunakan bila terjadi
resistensi terhadap chlorampenicol atau kotrimoksazol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar